Palembang Minim RTH

22 Maret 2011

Tingginya laju pertumbuhan kendaraan di Palembang, membuat kawasan hutan Punti Kayu kewalahan menahan polusi udara. “Hutan punti kayu sudah tidak bisa lagi menyerap polusi udara yang disebabkan kendaraan di Kota Palembang. Pertumbuhan kendaraan tidak sebanding dengan satu hutan yang dimiliki Kota Palembang,” jelas Sutomo, Kepala Seksi Rehabilitas Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Sutomo, pada peringatan Hari Hutan Sedunia, kemarin (21/3).

Idealnya, kata dia, pengentasan polusi udara di Kota Palembang dilakukan dengan penanaman pohon produktif yang sebanding dengan jumlah laju pertumbuhan kendaraan. ”Artinya pencemaran satu kendaraan harus diserap satu pohon,”jelasnya.

Ia menambahkan, Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Palembang hanya mencapai 30 persen. Padahal, Pemkot Palembang konsen terhadap pencemaran udara dan mengalakkan penanaman pohon. “Namun, hal ini tidak diimbangi dengan jumlah RTH. Jadi pohon terus ditanam di semua tempat, tapi bila ada pembangunan kembali ditebang,” tegasnya.

Sedangkan kondisi hutan di Sumsel sendiri, jelasnya, memenuhi standar dunia, meski dari jumlah lahan hutan produktif tercatat 290 hektare lahan hutan yang ada kritis.

”Sekitar 3,6 juta hektare kawasan Sumsel atau 38 persen masih merupakan kawasan hutan. Dan ini sudah masuk standar penghijuan dunia, namun masih diperlukan payung hukum untuk mengatasi pergesaran hutan yang ada dampak dari ilegal logging,”pungkasnya.

MRPP (Merang REDD Pilot Project) Team Ledar Palembang, Dr Karl Heinz Steinmann menerangkan, pihaknya terus berupaya merealisasikan penghijauan kembali di kawasan Hutan Produksi Rawa Gambut Merang Kepayang Kabupaten Musi Banyuasin di kawasan seluas 24.000 hektare, yang rusak akibat Illegal logging.

Aksi ini, dilakukan karena Indonesia dan Brazil merupakan kawasan paru dunia. ” Maka sepatutnya, kita dan seluruh negara memberikan perhatian terhadap kondisi hutan di Indonesia. Bila tidak, maka dipastikan seluruh umat di dunia akan kesulitan oksigen. Karena, pohon merupakan penghasil oksigen (o2) dan menyerap karbondioksida (co2),” tegasnya.(mg 26)

Link : http://sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=13939:palembang-minim-rth&catid=42:news&Itemid=92

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s