Standing Ovation untuk SBY

Sumber : Nasional

29 April 2011

Oleh Irvan Ali Fauzi

Setiap kali berpidato, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selalu mendapat sambutan tepuk tangan dari hadirin. Namun, jika sambutan itu berupa standing ovation mungkin tidak setiap hari SBY menerimanya, apalagi sampai berkali-kali.

Standing ovation adalah sambutan dari hadirin dengan cara bertepuk tangan sambil berdiri. Biasanya, sambutan ini diberikan jika pidato itu sangat bagus dan memukau hadirin. Dalam tradisi barat, cara bertepuk tangan seperti itu merupakan pujian.

Presiden, Kamis (28/4/2011), menjadi pembicara kunci dalam acara The 5th Annual Business for the Environment Global Summit (B4E) di Hotel Shangri-La, Jakarta. Selain SBY, sejumlah tokoh penting juga turut berpidato. Antara lain mantan Perdana Menteri Selandia baru Helen Clark yang kini menjadi pimpinan Badan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP). Hadir pula sejumlah pengusaha dan pimpinan perusahaan dari dalam dan luar negeri.

Saat itu Presiden menyampaikan pandangannya dalam bahasa Inggris mengenai upaya pemerintah Indonesia mengatasi perubahan iklim. Menurutnya, Indonesia telah menyiapkan kebijakan tingkat nasional untuk pertumbuhan ekonomi dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Dalam konteks Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD) Plus, pemerintah menawarkan pemanfaatan lahan yang sudah terdegradasi untuk perkebunan dan aktivitas lain.

“Konsisten dengan inisiatif REDD Plus, Indonesia menawarkan untuk mengalokasikan perluasan perkebunan dan aktivitas ekonomi lain terhadap lahan yang sudah terdegradasi atau daerah rendah Karbon,” ujar SBY.

Saat ini, lanjut Kepala Negara, Indonesia memiliki 30 juta hektar lahan terdegradasi yang penting bagi kesinambungan pertumbuhan ekonominya. “Saya senang dapat mengumumkan bahwa pemerintah akan memberikan akses lahan terdegradasi pada industri yang serius ingin mengembangkan atau berinvestasi pada lahan ini untuk kesejahteraan rakyat kami dan masa depan planet kita,” ujar Presiden SBY.

Pernyataan Presiden itu dianggap penting karena menunjukkan komiten pemerintah terhadap kelangsungan lingkungan bumi. Sebab, saat ini dunia membutuhkan pemerintah yang memiliki komitemen kuat terhadap lingkungan, terutama terkait dengan pemanasan global. Dalam hal ini, Indonesia dianggap sebagai negara yang memiliki peran penting karena masih memiliki banyak hutan.

Pernyataan Presiden itu langsung mendapat sambutan dari hadirin. Di luar dugaan, tidak hanya tepukan tangan yang ia terima, tetapi lebih dari itu yakni standing ovation. Bahkan itu tidak hanya sekali atau dua kali hadirin melakukannya, tetapi berkali-kali.

SBY tentu tidak berharap mendapat sambutan semeriah itu. Sebab, yang ia sampaikan hanyalah apa yang dilakukan pemerintah. Namun, boleh jadi Presiden juga senang menerimanya. Paling tidak, apa yang dilakukan pemerintah mendapat penghargaan dari masyarakat, bukan hanya dari masyarakat lokal tetapi dunia. [tjs]

Link : http://nasional.inilah.com/read/detail/1462922/standing-ovation-untuk-sby

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s