Indonesia Raup Ratusan Miliar Rupiah dari Perdagangan Karbon

Sumber : Tempo Interaktif
27 Mei 2011
Oleh Anton William

Mekanisme perdagangan karbon sebagai upaya mengurangi pemanasan global telah dijalankan di berbagai negara. Indonesia menjalankan mekanisme ini sejak tahun 2005 dan telah meraup keuntungan ratusan miliar rupiah.

Menurut Staf Divisi Mekanisme Perdagangan Karbon, Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) Indonesia, Ardianto Aryoseno, jumlah kompensasi pengurangan emisi karbon yang diterima Indonesia masih bisa berlipat dalam tahun mendatang. Hal ini disebabkan masih luasnya pasar karbon yang terdiri dari negara-negara maju. “Penjualan saat ini baru 1 persen dari potensi yang dimiliki,” ujarnya kepada Tempo saat ditemui di Jakarta Convention Center, Jumat, 27 Mei 2011.

Dari sisi penawaran, sudah terdapat 145 proyek pengurangan emisi karbon dari berbagai institusi asal Indonesia. Dari jumlah proyek yang tengah berjalan ini, 64 di antaranya telah terdaftar pada di Badan Eksekutif Mekanisme Pembangunan Bersih, United Nation Framewordk on Climate Change (UNFCCC). Melalui proses validasi, proyek terdaftar ini akan memperoleh sertifikat perdagangan karbon yang bisa ditawarkan kepada negara maju.

Pengurangan emisi karbon bisa dilakukan oleh institusi pemerintah maupun swasta. Banyak pilihan proyek yang bisa digarap, seperti pengurangan emisi gas metana, penanaman hutan, peralihan konsumsi bahan bakar fosil, pemanfaatan energi alternatif, dan sebagainya.

Dari puluhan institusi yang telah terdaftar di UNFCCC, sebanyak 9 institusi Indonesia telah menjual kompensasi pengurangan 1,2 juta ton emisi karbon. Dengan harga kompensasi sebesar 9-11 Euro untuk setiap ton karbon dioksida yang direduksi, Indonesia telah meraup penghasilan hingga Rp 150 miliar selama 7 tahun proyek. “Indonesia memang termasuk terlambat dalam perdagangan karbon, tapi potensi Indonesia masih besar,” ujar dia.

Ketentuan mengatur perusahaan yang hendak mengikuti perdagangan karbon harus mendapatkan persetujuan dari DNPI sebelum mendaftarkan diri kepada UNFCCC. Setelah mendapat lampu hijau dari dua lembaga ini, UNFCCC akan memvalidasi proyek pengurangan emisi karbon dan memberikan sertifikat kepada institusi Indonesia. Perdaganan bisa dilakukan dengan menyodorkan sertifikat tersebut dan UNFCCC akan melanjutkan pengawasan keberlangsungan proyek selama periode 7-10 tahun.

Link : http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2011/05/27/brk,20110527-337209,id.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s