Kawasan Timur Inpres 10/2011 Dinilai Mengada-ada

Sumber : Media Indonesia
30 Mei 2011
Oleh Daniel Wesly Rudolf

Kebijakan pemerintah mengeluarkan Instruksi Presiden No 10/2011 tentang Penundaan Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut untuk mengatasi emisi gas karbon dinilai mengada-ada.

Menurut peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Supiandi Sabiham, lahan gambut berpotensi sebagai pendukung dalam sistem produksi dan masalah emisi dapat ditekan sekecil mungkin. “Dengan manajemen yang tepat, lahan gambut berpotensi sebagai pendukung dalam sistem berproduksi, dan masalah emisi carbon dapat ditekan sekecil mungkin,” ujar Supiandi di Jakarta, Senin (30/5).

Dia menjelaskan, pemanfaatan lahan gambut untuk perkebunan justru dapat membantu mengurangi emisi carbon. Dicontohkannya, untuk perkebunan sawit, tanaman sawit dapat menyerap emisi carbon sekitar 22 t per hektar tiap tahun. Bila ada minimal 2 juta lahan gambut dimanfaatkan buat tanaman sawit tiap tahun, maka sekitar 44 juta t carbon terserap.

“Jadi yang terpenting adalah manajemen pengelolaan lahan gambut harus berkesinambungan antara produksi dan lingkungan. Bukan dengan pemberhentian izin,” ujarnya. (*/OL-8)

Link : http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/30/229963/89/14/Inpres-102011-Dinilai-Mengada-ada

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s