REDD Plus Patut Dipertanyakan

Sumber : Suara Merdeka
13 Juni 2011
Oleh Hartono Harimurti

Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD) plus yang merupakan mekanisme Internasional untuk menyelamatkan lingkungan hidup dengan memberikan insentif bagi negara berkembang yang berhasil mengurangi deforestasi dan degradasi hutan, patut dipertanyakan.

“Apakah REDD plus ini sudah sejalan dengan tujuan pembangunan nasional. Pertanyakan pula apakah ada komponen bangsa yang terdzolimi, daripada kita hanya mengikuti inisiatif Internasional dalam rangka mengurangi emisi karbon ini,” kata Guru Besar Fisika Tanah dan Hidrologi Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan dalam Diskusi Terbatas “Untung Rugi REDD Plus Pasca Protokol Kyoto” yang diselenggarakan Forwahut, di Mild Plaza Hotel, Senin (13/6) siang.

Menurut Budi, Indonesia juga memiliki segudang peluang ekspor komoditi pulp dan kertas, serta CPO, di tengah belum jelasnya perdagangan karbon, akibat masih tajamnya perbedaan persepsi dan kepentingan negara-negara Industri maju yang menyebabkan kerusakan lingkungan.

“Menurut saya banyak juga cara untuk menurunkan potensi global warming dengan mendesain tata air yang handal di Hutan Tanaman Industri (HTI) kita, juga dengan penanaman akasia. Tanpa harus mengalah dengan mengorbankan industri sawit dan pulp kita,” paparnya.

Link : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/06/13/88246/REDD-Plus-Patut-Dipertanyakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s