Keanekaragaman Hayati Semakin Berkurang

Source :Pikiran Rakyat
10 Juli  2011

Keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Indonesia terancam semakin berkurang seiring dengan semakin tingginya laju degradasi hutan yang ada di Indonesia. Empat kebun raya yang dikelola oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai lahan konservasi yang ada sekarang baru bisa menjamin konservasi untuk sekitar 20 persen keanekaragaman hayati yang ada.

Demikian dikatakan Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor LIPI Mustaid Siregar, Ahad (10/7). Menurut Mustaid, data sepuluh tahun lalu menyebutkan ada sekitar 38.000 jenis tumbuhan yang ada di Indonesia. Hanya saja, keberadaan mereka terancam berkurang karena adanya pembalakan liar serta kurangnya lahan konservasi yang murni dimanfaatkan untuk konservasi. “Saat ini baru sekitar 20 persen dari total keanekaragaman hayati yang ada yang dikonservasi di empat kebun raya, yakni Bogor, Cibodas, Purwodadi, dan Bali. Jika perilaku manusia banyak yang tidak menjaga keanekaragaman hayati itu, bisa jadi jumlahnya akan semakin menurun,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Mustaid, saat ini telah ada sekitar 19 kebun raya telah diinisiasi masterplannya untuk segera dibangun di seluruh Indonesia. Hanya saja, pembangunan kebun raya ini masih terkendala peraturan presiden (perpres) tentang pembangunan kebun raya yang belum juga ditandatangani. “Padahal, perpres itu menjadi payung hukum terkait pendanaan dan pematangan sinergi antara Kementerian Pekerjaan Umum, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan pemerintah daerah. Akibatnya, sampai sekarang belum ada yang dibangun. Padahal, keberadaannya mendesak, jika tidak ingin kehilangan keanekaragaman hayati,” ujar Mustaid.

Kebun raya yang sedang diinisiasi dibangun ini, ujar Mustaid berada hampir diseluruh pulau yang ada di Indonesia, seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa, Lombok dan Sulawesi. Ditambahkan Mustaid, Indonesia idealnya memiliki 45-58 kebun raya yang tersebar di seluruh Tanah Air. “Jumlah yang ada sekarang masih jauh dari kurang sebagai wilayah konservasi keanekaragaman hayati,” ucap Mustaid.

Pembangunan sebuah kebun raya, lanjut Mustaid relatif mahal yakni menghabiskan dana hingga Rp 85 miliar untuk lahan seluas 100 hektar. Diharapkan, lima tahun ke depan 19 kebun raya ini bisa segera difungsikan untuk konservasi, penelitian, pendidikan dan wisata lingkungan. Menurut dia, penandatanganan perpres akan mempercepat pembangunan dan menjamin kegiatan berjalan lancar. “Tidak akan bisa melangkah on the track jika perpres belum ditandatangani. Jika tanaman sudah punah, kita tidak bisa menciptakan lagi kecuali Tuhan,” tambahnya. (A-155/A-147)***

Link : http://www.pikiran-rakyat.com/node/151417

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s