Alternatif Masa Depan untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan, Kayu, Serat (fiber), Energi dan REDD+

Sumber : Cifor
10 Juli  2011

Konferensi
Hutan Indonesia
Alternatif Masa Depan untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan, Kayu, Serat (fiber), Energi dan REDD+
27 September 2011
Shangri-La Hotel in Jakarta, Indonesia

Lembaga Penelitian Kehutanan Internasional, atau Center for International Forestry research (CIFOR), bersama dengan pihak swasta, organisasi masyarakat sipil, badan-badan pembangunan dan pihak pemerintah, akan menyelenggarakan sebuah konferensi yang bertema “Hutan Indonesia: Alternatif Masa Depan untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan, Kayu, Serat (fiber), Energi dan REDD+”. Acara ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi semua pemangku kepentingan dalam mendiskusikan tantangan dan kesempatan yang dihadapi oleh Indonesia dalam pemanfaatan hutan secara lestari. Para pemangku kepentingan tersebut adalah para pimpinan pemerintahan, anggota DPR, kalangan bisnis nasional maupun internasional, organisasi masyarakat sipil, dan juga dari bidang pembangunan dan riset lainnya.

Indonesia adalah penghasil emisi gas rumah kaca ketiga terbesar di dunia, yang berasal dari sektor kehutanan. Secara global, lembaga-lembaga internasional, pemerintah negara-negara lain dan para peneliti telah setuju bahwa skema pendanaan di bawah payung Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan, atau Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation, REDD dan peningkatan cadangan karbon, atau REDD+, memiliki potensi yang paling menjanjikan untuk memerangi perubahan iklim dalam jangka pendek. Dilatarbelakangi hal ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah berjanji untuk mengurangi emisi sebesar 26% dari bisnis yang biasa dilakukan pada tahun 2020 dan akan menguranginya hingga sebesar 41%, apabila Indonesia mendapatkan bantuan pihak luar.

Namun, persaingan kebutuhan lahan hutan untuk pertanian, pertambangan, pulp dan kertas, serta tujuan pembangunan lainnya telah memicu perdebatan hangat tentang bagaimana aspirasi global Presiden SBY untuk mengurangi tingkat pengeluaran emisi dapat tercapai. Pemerintah Indonesia, baru baru ini telah mengumumkan moratorium atas pemberian konsesi pengunaan hutan baru untuk masa dua tahun. Pengumuman ini telah disambut oleh kalangan bisnis dengan penolakan dan keragu-raguan. Beberapa pemimpin bisnis mengeluhkan ketidakjelasan moratorium ini, apalagi peraturan perundangan lain kerap bertentangan. Apabila ditambah dengan ketidakjelasan hukum yang ada, konsesi yang tumpang tindih, dan konflik sosial mengenai tata guna lahan, hasilnya dapat mematahkan semangat operasi pelaku bisnis di Indonesia. Namun, pada saat yang sama, jumlah pelaku bisnis Indonesia yang mulai merangkul konsep ekonomi rendah karbon dan pemanfaatan sumberdaya secara lestari mulai meningkat, meski mereka masih menunggu insentif atau adanya bukti kesempatan untuk berbisnis.

Kesadaran semua pemangku kepentingan bahwa pola tata guna lahan di Indonesia tidaklah lestari juga mulai meningkat. Meski tanpa ajakan Presiden SBY untuk mengurangi tingkat emisi gas rumah kaca, masih banyak alasan bagi Indonesia untuk memikirkan kembali kondisi dimana ekstrasi sumber daya alam berjalan, terutama dampaknya bagi kondisi sosial dan lingkungan setempat. Sehingga, diadakannya sebuah dialog terbuka dan jujur terkait langkah kebijakan yang perlu dijalankan oleh Indonesia menjadi sangat mendesak.

Konferensi ini akan menampilkan para pembicara yang akan menentukan agenda terkait REDD+, kehutanan dan perubahan iklim. Beberapa forum diskusi akan terbagi dibawah  dua tema berikut, yaitu:

* Perdagangan dan Investasi: Dampaknya bagi Hutan-hutan di Indonesia
* REDD+ dalam Transisi Menuju Masa Depan Rendah Karbon

Mari ikut berdiskusi!

Link : http://www.forestsclimatechange.org/id/events/konferensi-hutan-indonesia.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s