Agenda : Hutan Indonesia Alternatif Masa Depan Untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan, Kayu, Energi dan REDD+

Sumber : Mailist – 14 Juli  2011

Tanggal : 27 September 2011
Lokasi : Shangri-La Hotel, Jakarta, Indonesia

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuat sejarah dengan komitmennya untuk mengurangi emisi Indonesia sebesar 26% dari tingkat business-as-usual pada tahun 2020 dengan tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Namun, banyaknya kebutuhan akan hutan, yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi maupun emisi, telah memicu perdebatan panas tentang bagaimana mewujudkan aspirasi global ini.

Moratorium hutan selama dua tahun yang diumumkan baru-baru ini sebagai upaya Indonesia dalam Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (REDD+) disambut dengan sikap skeptis. Sebagian tokoh bisnis menyatakan bahwa moratorium tersebut tidak jelas, apalagi bila ditambah dengan peraturan tata lahan yang bertentangan, ketidakpastian hukum, dan lemahnya sistem kepemilikan tanah. Para pemerhati lingkungan berpendapat bahwa rencana yang ada tidak cukup untuk memenuhi target pengurangan emisi.

Namun demikian, banyak pihak sepakat bahwa janji Presiden dan rencana-rencana di bawah payung REDD+ merupakan langkah positif. Beberapa tokoh bisnis Indonesia telah mendukung peralihan menuju ekonomi rendah karbon dengan kesadaran bahwa pola pemanfaatan lahan saat ini tidaklah lestari. Hal ini menggarisbawahi perlunya dialog yang terbuka dan jujur antara semua pemangku kepentingan.

Menyadari hal ini, Center for International Forestry Research (CIFOR), bekerja sama dengan kelompok bisinis, LSM, institusi pembangunan dan kementerian terkait, akan menyelenggarakan sebuah konferensi di Jakarta pada tanggal 27 September. Hutan Indonesia: Alternatif masa depan untuk memenuhi kebutuhan pangan, kayu, energi dan REDD+ akan menjadi wadah bagi 800 tokoh dari semua kalangan untuk berdiskusi secara terbuka mengenai berbagai tantangan dan kesempatan bagi Indonesia dalam pemanfaatan hutan secara lestari, termasuk:

·         Perdagangan dan investasi: dampaknya bagi hutan

·         REDD+ dalam transisi menuju masa depan rendah karbon

·         Meningkatkan efisiensi tata guna lahan pertanian untuk hutan dan masyarakat

·         Mengelola hutan untuk memenuhi permintaan atas kayu dan pulp

·         Insentif dan disinsentif REDD+ bagi pelaku bisnis

·         Pengalaman awal implementasi REDD+ di lapangan

Menteri Lingkungan Hidup Norwegia, Erik Solheim, dijadwalkan akan berbicara di acara ini. Konferensi ini akan diselenggarakan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan penerjemahan langsung bagi peserta. Untuk informasi lebih lanjut dan bagaimana cara berpartisipasi, kunjungi www.ForestsIndonesia.org atau email CIFOR-ForestsIndonesia@cgiar.org. Mari bergabung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s