Hutan Serap Sepertiga dari Emisi Bahan Bakar

Sumber : Analisa Daily
18 Juli 2011

Hutan ternyata memainkan suatu peranan lebih besar dalam sistem iklim Bumi daripada perkiraan sebelumnya terkait risiko deforestasi dan potensi keuntungan dari pertumbuhan kembali. Hal ini diketahui dalam sebuah penelitian yang dirilis pada Kamis.

Studi tersebut, yang dipublikasikan dalam Science, memberikan langkah paling akurat sebegitu jauh soal kadar gas rumahkaca yang diserap dari atmosfer oleh hutan tropis, huten bersuhu udara sedang dan hutan boreal.

“Ini adalah bukti lengkap dan global pertama tentang peranan besar yang dimainkan hutan dalam menyingkirkan karbon dioksida anthropogenic,” papar wakil ketua tim riset Josep Canadell, ilmuwan dari CSIRO, pusat riset iklim nasional Australia di Canberra.

“Jika anda berniat menghentikan deforestasi besok, hutan-hutan mapan dan yang tumbuh lagi di dunia akan menyingkirkan separuh dari emisi bahan bakar fosil,” ujarnya, ketika menjelaskan temuan-temuan itu sebagai “luar biasa” dan “tak terduga”.

Daerah-daerah berhutan di seluruh dunia menyerap sepertiga dari bahan bakar fosil yanga lepas ke atmosfer setiap tahun, sekira 2,4 miliar ton karbon, ungkap studi itu.

Pada waktu sama, berlanjutnya pengrusakan hutan yang nyaris tak dihentikan — utamanya di wilayah-wilayah tropis — untuk makanan, bahan bakar dan pembangunan diketahui memancarkan 2,9 miliar ton karbon setiap tahun, lebih seperempat dari semua emisi yang dibuat manusia.

Deforestasi

Hingga saat ini, para ilmuwan memperkirakan deforestasi tercatat 12 hingga 20 persen dari semua output gas rumahkaca.

Kejutan besarnya, ujar Canadell, adalah kapasitas besar hutan tropis yang telah beregenerasi setelah pembalakan atau praktek tebang-bakar pembuatan lahan untuk menyerap karbon dioksida dari atmosfer. “Kami memperkirakan pertumbuhan kembali hutan tropis kini menyerap rata-rata 1,6 miliar ton karbon setiap tahun,” ujar ilmuwan tadi.

Berdasarkan perkiraan terbaru semua hutan dunia secara keseluruhan merupakan “bak” bersih atau sponge, untuk 1,1 miliar ton karbon, atau setara dengan 13 persen dari semua gas batubara, minyak tanah yang dibakar di seluruh dunia setiap tahun.

“Itu sangat besar. Ini adalah ‘tabungan’ yang bernilai miliaran euro setahun jika kuantitas itu harus dibayar dengan strategi mitigasi (pengurangan CO2) atau harga karbon saat ini di pasar Eropa,” papar Canadell.

Tim ilmuwan iklim internasional tersebut menyatukan data — meliputi periode 1990 hingga 2007 lalu –dari inventaris hutan, model iklim dan satelit untuk membuat suatu profil peranan yang hutan-hutan global telah mainkan sebagai regulator atmosfer.

Dalam hal kebijakan perubahan iklim, studi itu memiliki dua implikasi sangat penting, ujar Canadell. Fakta bahwa sains terdahulu mengecilkan kapasitas daerah-daerah hutan untuk menyingkirkan CO2, dan emisi-emisi yang disebabkan oleh deforestasi, berarti bahwa “hutan-hutan bahkan lebih dari posisi terdepan sebagai suatu strategi untuk melindungi iklim kita,” tegas Canadell.

Dia menambahkan hal itu menentukan bahwa hutan-hutan hendaknya memainkan peranan lebih besar di pasar-pasar karbon yang kini tumbuh pesat.

Skema dukungan PBB dikenal REDD — Reduced Emissions from Deforestation and Degradation — memberikan pujian kepada negara-negara tropis di Amerika Latin, Asia dan Afrika yang memperlamban angka pengrusakan hutan. (afp/bh)

Link : http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=101376:hutan-serap-sepertiga-dari-emisi-bahan-bakar&catid=83:umum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s