Libatkan 5.000 Spiritualis Selamatkan Hutan

Sumber : Radar Jogja – 18 Juli 2011

Sambil menyelam minum air. Sambil berdakwah, menyisipkan pesan cinta alam dan selamatkan hutan.  Itulah langkah taktis yang sedang getol-getolnya dilakukan Menteri Kehutanan H Zulkifli Hasan SE MM. Termasuk, saat berbicara di depan Majelis Tabligh Muhammadiyah di ”Kota Gudeg” Jogja, yang dijadikan tenaga penyuluh lapangan, di Aula Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kemarin. ”Tahun ini target kami 5.000 penyuluh kehutanan. Tahun depan 15.000 tenaga penyuluh,” kata Zulkifli optimistis.

 

Mengapa disebut taktis? ”Ya, sebentar lagi masuk bulan Ramadan, saatnya umat Islam lebih banyak melakukan aktivitas di masjid, musala, dan tempat pengajian. Peran dai, mubalig, ustad, ustadzah, kiai, pemuka agama cukup besar untuk me-refresh pemahaman umat terhadap semua hal. Kami ingin tema-tema kehutanan yang positif, suka menanam, melestarikan hutan, mencintai lingkungan, itu di-insert-kan dalam kegiatan keagamaan dan budaya masyarakat,” jelas pria yang lahir di Lampung, 17 Mei 1962 itu.

 

Langkah ini, kata Zulkifli, adalah tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepakatan dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin di kantor Kementerian Kehutanan  15 Juni lalu. Muhammadiyah diminta aktif dan kreatif melibatkan seluruh komponen organisasinya untuk cinta lingkungan, sejak TK, SD, SMP, SMU, hingga perguruan tinggi. ”Ilmu lingkungan dan kehutanan ini bisa dijelaskan dengan studi ilmiah,” katanya.

 

Komitmen serupa juga sudah dilakukan Menhut dengan Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa di Lampung. Saat peringatan hari lahir NU di Senayan, Jakarta, kemarin diingatkan bahwa ibu-ibu yang menjadi panutan anak-anaknya itu menargetkan menanam 3 juta pohon tahun ini. Suri teladan yang diyakini bakal lama terpatri di benak generasi penerus dan memberi manfaat positif.

 

Di Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara, lanjut Zulkifli, Kementerian Kehutanan melibatkan pendeta dan gereja untuk menyebarkan pesan menanam dan cinta pohon. Di kawasan lain, dia memberdayakan pemuka adat, pemangku budaya, dan figure yang ditokohkan komunitasnya untuk mensosialisasikan pesan sayang pohon, sayang hutan. ”Tokoh-tokoh spiritual dari lintas agama, kepercayaan, adat istiadat itu adalah salah satu barisan terdepan kami untuk membuat alam semakin produktif dan memberi manfaat jangka panjang buat umat,” papar menteri yang pernah jadi anggota vokal grup itu.

 

Zulkifli cukup senang karena selama ini tokoh-tokoh spiritual yang dia datangi cukup respek dan antusias dengan perjuangannya menyelamatkan hutan. Dia memang mencanangkan untuk tidak menebang lagi hutan setelah 30 tahun lebih dieksploitasi habis-habisan. Ini bagian dari penerapan Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD). Itu pula yang membuat Menhut rajin menemui masyarakat dan selalu memberi deskripsi dan persuasi problematika kehutanan.

 

”Inilah yang namanya pemberdayaan publik. Saya dan seluruh jajaran Kementerian Kehutanan tidak cukup waktu dan tenaga untuk menjangkau dari Sabang sampai Merauke. Negeri ini sangat luas. Tokoh-tokoh spiritual, pemuka adat, pemimpin umat, tokoh masyarakat itu sangat berperan dalam menyebarkan informasi yang benar tentang upaya penyelamatan hutan, mengurangi pembalakan, pembakaran hutan, dan kebiasaan buruk lain,” jelas pemilik handicap 10 ini. (don)

Link :http://www.radarjogja.co.id/ekonomi-bisnis/12-ekonomi-bisnis/19740-libatkan-5000-spiritualis-selamatkan-hutan.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s