Pakar Internasional Bahas Dampak Perubahan Iklim

Sumber : Metro TV – 26 Juli 2011

Sebanyak 23 pakar internasional yang ahli dalam berbagai bidang bergabung bersama ahli dari Indonesia membahas dampak perubahan iklim. Acara itu berlangsung di Palembang, Sumatra Selatan, 24-27 Juli 2011.

Wali Kota Palembang, Eddy Santana Putra, saat pertemuan di Palembang, Selasa (26/7), membenarkan kegiatan tersebut diikuti ahli dari 23 negara. Menurutnya, pembahasan pertemuan adalah antisipasi dampak perubahan iklim dan penataan perkotaan menjadi tema utama kegiatan ini.

Dia menambahkan, Forum Pasific RIM On Urban Development (PRCUD) 2011 berlangsung empat hari di Palembang. Rekomendasi pertemuan itu akan menjadi bahan Bappenas untuk membuat program antisipasi dampak perubahan iklim.

Presiden PRCUD, Tom Zearley mengatakan, permasalahan penataan permukiman menjadi isu bersama bagi kota-kota di negara berkembang. “Bukan hanya Indonesia, tetapi India dan Vietnam serta sejumlah negara lain memiliki permasalahan yang sama,” kata dia lagi.

Dia mengusulkan, untuk penataan kota, pemerintah setempat wajib menata kawasan permukiman kumuh menjadi tempat tinggal yang berkualitas. Berkaitan dengan dampak perubahan iklim, pemerintah juga harus membuat program konkret untuk dapat mengantisipasi akibatnya, seperti mengurangi pencemaran udara.

Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah RI, Max H. Pohan ketika membuka Forum PRCUD 2011 dengan Tema Urban Planning And Climate Change In Indonesia, Senin (25/7), mengatakan pembahasan penanggulangan bencana akibat perubahan iklim menjadi fokus kegiatan ini.

Dampak dari perubahan iklim, antara lain dapat meningkatkan frekuensi dan intensitas bencana hidrometeorologi, juga bencana baru, seperti wabah penyakit. Menurut dia, pemerintah sejak 2010 telah melaksanakan Indonesia Climate Change Sectoral Roadmap (ICCSR) 2010-2030.

ICCSR merupakan program prioritas upaya adaptasi dan mitigasi dampak perubahan iklim. Ia menyatakan, berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim termasuk menyusun Rancangan Peraturan Presiden tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca.

Tahun 2020 ditargetkan terjadi penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen. Pohan menjelaskan, rencana aksi tersebut berkaitan dengan sektor-sektor kehutanan, lahan gambut, pertanian, energi, industri dan transportasi serta bidang pengelolaan limbah.

Diharapkan dengan kehadiran ahli dari berbagai negara, seperti Belanda, Amerika Serikat dan Korea yang bergabung dengan tenaga ahli dalam negeri, dapat mengeluarkan rekomendasi yang bisa dilaksanakan segera terkait dengan antisipasi dampak perubahan iklim.(Ant/BEY)

Link : http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2011/07/26/59085/Pakar-Internasional-Bahas-Dampak-Perubahan-Iklim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s