Daily Archives: August 4, 2011

Jangan Cuma Kurangi Karbon Dioksida

Sumber : Kompas – 04 Agustus 2011
Oleh Yunanto Wiji Utomo | Tri Wahono

Upaya mengatasi perubahan iklim selama ini selalu terfokus pada upaya mengurangi emisi gas karbon dioksida (CO2). Padahal, berdasarkan publikasi tim peneliti dari Earth System Research NOAA di Jurnal Nature, Rabu (3/8/2011), mengurangi emisi gas rumah kaca lain juga bisa memperlambat perubahan iklim.

“Kami tahu bahwa perubahan iklim utamanya dipacu oleh emisi CO2 dari pembakaran bahan bakar fosil. Kita juga tahu bahwa masalah itu akan tetap ada sebab CO2 bertahan di atmosfer. Tapi, menurunkan emisi dari gas rumah kaca lain bisa memberi perubahan lebih cepat untuk perbaikan, ” kata Stephen Montzka, salah satu peneliti.

Berdasarkan studi tim ilmuwan itu, diketahui bahwa untuk menstabilkan efek pemanasan akibat CO2 yang ada di atmosfer kini dibutuhkan pengurangan emisi CO2 sebesar 80 persen. Perubahan iklim memang tak dapat dicegah tanpa komitmen mengurangi emisi CO2 yang bisa eksis di atmosfer dalam jangka ribuan tahun.

Namun, hasil studi juga menunjukkan bahwa dengan mengurangi emisi gas non CO2 sebesar 80 persen, pemanasan yang berujung pada perubahan iklim bisa ditunda selama beberapa dekade. Bila upaya pengurangan emisi CO2 juga dilakukan, maka dampak pemanasan akibat gas-gas itu dalam abad ini bisa dihambat.

Saat ini, gas-gas rumah kaca lain seperti metana, nitrogen oksida, dan gas lain yang bisa merusak lapisan ozon masih ada dalam konsentrasi rendah. Namun, tim ilmuwan mencatat bahwa tanpa perubahan perilaku, maka emisi dari gas non CO2 akan terus meningkat dan semakin mempercepat perubahan iklim.

James Butler yang juga salah satu peneliti NOAA mengatakan, “Program jangka panjang mengurangi emisi CO2 tak seharusnya melupakan efektivitas aksi jangka pendek. Mengelola emisi dari gas non CO2 adalah salah satu kesempatan untuk menambah kontribusi.”

Link : http://sains.kompas.com/read/2011/08/04/23081047/Jangan.Cuma.Kurangi.Karbon.Dioksida

Illegal Logging di Riau Rugikan Negara Rp73,36 T

Sumber : Okezone – 04 Agustus 2011

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyatakan saat ini konversi hutan oleh sejumlah perusahaan masih berlangsung khususnya di Riau. Dampak dari kasus illegal logging sampai saat ini menimbulkan kerugian negara sekira Rp73,36 triliun.

Menurut Ketua Walhi Eksekutif Nasional Muhammad Teguh Surya, saat ini setidaknya ada sekira 243.672 hektar hutan di Riau atau dari kubikasi kayu alam sebanyak 23.753.599 meter kubik yang siap dikonversi perusahaan kertas dan bubur kertas di Riau.

“Dan total total biaya kerugian terhadap perusakan lingkungan sebesar Rp1.994,5 trilun,” katanya kepada okezone, Kamis (4/8/2011).

Menurut dia kerugian, negara yang ditimbulkan dari kejahatan kehutanan ini sebanding dengan 17 kali lebih besar dari APBD Provinsi Riau 2010 atau tujuh persen dari APBN 2010

“Dan jika dilihat dari total biaya kerusakan lingkungannya menjadi 190 persen atau hampir dua kali lipat dari APBN 2010,” tandasnya.

Selain itu, para aktivis meminta Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tetap komitmen menjaga lingkungan yang katanya akan mengurangi emisi karbon sampai 41 persen.

“Kebijakan moratorium konversi hutan alam dan lahan gambut harusnya mampu menjawab permasalahan kesemrawutan tata kelola kehutanan ini, namun Inpres Nomor 10/2011 hanya basa-basi dan tetap memberi ruang penghancuran hutan yang terus terjadi selama tiga dekade terakhir,” tambahnya.

Sementara aktivis kehutanan di Riau, Jaringan Kerja Penyelamatan Hutan Riau (Jikalahari) merilis bahwa dari hasil pantauan yang dilakukan, perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam dugaan tindak kejahatan kehutanan dan lingkungan hidup ini sepanjang 2009–2010 telah membabat hutan alam seluas 51.469 hektare (ha).

“Membuka kembali kasus SP3 Illegal logging 14 perusahaan di Riau sangat mendesak untuk dilakukan oleh Kapolri. Hal ini dimaksudkan agar kepercayaan masyarakat akan proses penegakan hukum yang adil dan tegas masih bisa diharapkan di negeri ini,” kata Koordinator Jikalahari Muslim.

Dia juga meminta Kementerian Lingkungan Hidup untuk memainkan perannya sebagaimana yang diatur oleh UU Nomor 32 tahun 2009 Pasal 90 yaitu melakukan gugatan ganti kerugian akibat kerusakan lingkungan hidup.

Link : http://economy.okezone.com/read/2011/08/04/320/488170/illegal-logging-di-riau-rugikan-negara-rp73-36-t

Ministries Seek Gender Equality In Forests

Source : Jakarta Post – August 04, 2011

Women’s Empowerment Minister Linda Amalia Sari Gumelar and Forestry Minister Zulkifli Hasan signed on Wednesday a memorandum of understanding (MoU) to improve gender equality between men and women in the forestry sector. Linda hoped that future Forestry Department policies would also show significant participation of women. “For example, women can conserve nature by applying technologies normally relegated to men,” she said.

Zulkifli said that, since 2009, the ministry has focused on tree-planting programs, which women could take part in. “Unlike deforestation, which is mostly done by men, planting trees can involve women,” Zulkifli added. He said that in 2010, women participated in planting 1.3 billion trees. This year he expects his department to plant 1 billion trees.

Link : http://www.thejakartapost.com/news/2011/08/04/ministries-seek-gender-equality-forests.html