Masyarakat Sekitar Hutan Jangan Termarjinalisasi Proyek

Sumber : Tribun Kalteng – 23 Agustus 2011

Diskusi publik dilakukan oleh Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Tengah dan Yayasan Petak Danum, Minggu (21/8) hari ini.

Temanya relevansi proyek REDD bagi masyarakat adat /lokal di Kalimantan Tengah, sebagai upaya menyosialisasikan kepada masyarakat tentang program dan pengetahun tentang proyek perbaikan lahan gambut tersebut.

Indonesia sebagai negara yang memiliki hutan paling luas ketiga didunia berkontribusi cukup besar dalam peningkatan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.

Saat ini, laju deforestasi Indonesia masih di atas 1 juta hektare pertahundan tercatat sebagai salah satu laju kerusakan hutan paling besar di dunia, secara nasional, 83 emisi di Idnonesia berasal dari kerusakan hutan dan lahan gambut.

Penyelenggara, Direktur Eksekutif Yayasan Petak Danum , Muliadi dan Eksekutif Daerah Walhi Kalteng, Arie Rompas, berharap dengan adanya dialog publik tersebut, Masyarakat adat atau masyarakat lokal yang hidup disekitar hutan merupakan pemilik hak.

“Right Holder” sehingga proyek REDD tersebut seharusnya memiliki relevansi dan berkontribusi terhadap kehidupan mereka dan bukan menjadi masalahbaru bahkan alat untuk memarginalisasikan masyarakat yang hidup di sekitar hutan.

Penulis : Fathurahman
Editor : edi_nugroho
Sumber : Banjarmasin Post

Link : http://kalteng.tribunnews.com/2011/08/21/masyarakat-sekitar-hutan-jangan-termarjinalisasi-proyek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s