Pemerintah Tawarkan Cadangan Hutan Produksi Seluas 35,41 Juta Hektare

Sumber : Bisnis Indonesia – 04 September 2011

Pemerintah akan mempromosikan cadangan kawasan hutan produksi seluas 35,41 juta hektar di konferensi hutan Indonesia pada 27 September 2011. Kawasan hutan rusak itu dapat dipakai para investor untuk usaha pemanfaatan hasil hutan kayu.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Hadi Daryanto mengatakan promosi kawasan 35,41 juta ha tersebut dapat menjadi satu langkah konkret mewujudkan target pertumbuhan ekonomi 7% dan penurunan emisi 26% pada 2020.

“Optimalisasi hutan-hutan rusak untuk investasi HTI [Hutan Tanaman Industri], baik untuk investasi fiber, biofuel, energi terbarukan, dan pangan. Kita juga buka silvo pastura, sudah ada permen [peraturan menteri] dan sudah ada investornya di Sumatra Utara,” tuturnya akhir pekan lalu.

Silvo pastura adalah pola penggunaan lahan hutan untuk penggembalaan ternak sapi. Pola ini diatur dalam Peraturan Menteri Kehutanan No. 63 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pemberian Izin Usaha Pemanfaatan Kawasan Silvo Pastura pada Hutan Produksi.

Kementerian Kehutanan mencatat dari cadangan kawasan hutan produksi yang dapat dimanfaatkan seluas 35,41 juta ha, porsi terbesar dicaplok kawasan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam (IUPHHK-HA) atau yang dulu disebut Hak Pengusahaan Hutan (HPH) sebesar 13,22 juta hektare.

Adapun, kawasan hutan tanaman industri (HTI) menggunakan lahan seluas 9,18 juta hektare dengan luas terbesar yakni 4,69 juta hektare berada di Kalimantan.

Menurut Hadi, pemerintah berinisiatif mendukung Sustainable Forest Management (SFM) kepada pada pemegang izin HTI lewat konferensi hutan Indonesia. “Kami ingin praktik SFM melalui pengurangan dampak penebangan untuk pemegang izin HTI yang sudah ada, yang 226 itu. Ditambah calon pemegang izin HPH baru dan investor-investor baru,” katanya.
Data Kemenhut mencantumkan kawasan pemanfaatan hasil hutan kayu di restorasi ekosistem sebesar 7,46 juta hektare dan di HTR 5,53 juta hektare. Di empat kawasan tersebut – hutan alam, HTI, restorasi ekosistem, dan HTR – para pemegang izin dapat memanfaatkan kayu sekaligus menekan degradasi hutan.

“Sekarang kayu-kayu di hutan alam bernilai eksotik, lebih mahal nilainya karena sudah jarang. Malaysia sudah tidak ada. Tinggal Indonesia. Untuk inti bisnis plywood, LVL [Laminated Veneer Lumber]. Dibuka untuk menekan degradasi, tetap ada karbon stok tertinggal di hutan,” ujarnya.

Investasi di kawasan hutan seluas 35,41 juta hektare dan sustainable forest management merupakan dua dari lima inisiatif besar pemerintah Indonesia. Lainnya yakni kebijakan bebas pembakaran hutan (zero burning policy), konservasi, dan reforestasi hutan rusak dan gambut.
Hadi memaparkan reforestasi hutan rusak dan gambut perlu bantuan perusahaan swasta melalui program corporate social responsibility (CSR). “Sekarang [pakai] APBN, tapi tidak cukup. Makanya pakai CSR. Itu yang mau kita bawa dalam konferensi. Kita tidak pernah rusak hutan yang bagus lagi kalau sudah moratorium,” katanya.

Pada 27 September, Center for International Forestry Research (CIFOR) bersama kelompok bisnis, LSM, badan pembangunan dan pemerintah, menggelar konferensi bertema Hutan Indonesia: alternatif masa depan untuk memenuhi kebutuhan pangan, kayu, energi, dan REDD+.

Para pembicara antara lain Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Norwegia Erik Solheim, dan Special Envoy for Climate Change dari Bank Dunia Andrew Steer akan mengisi acara konferensi yang berlangsung di Jakarta. Ditargetkan 800 hingga 1.000 orang hadir di konferensi ini. Menurut Hadi, hingga pekan lalu sudah terdaftar 444 orang dari pelbagai negara.(mmh)

Link : http://www.bisnis.com/articles/pemerintah-tawarkan-cadangan-hutan-produksi-seluas-35-41-juta-hektare

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s