Komitmen Turunkan Emisi di Bumi Uncak Kapuas

Sumber : Radar Timur – 06 September 2011

Kerja sama bilateral antara Indonesia dengan Jerman, menghasilkan suatu program untuk menurunkan emisi di Bumi Uncak Kapuas sebutan Kabupaten Kapuas Hulu.

Dalam hal ini Kementerian Kehutanan Indonesia dan pemerintah Federal Republik Jerman, berkomitmen untuk menurunkan emisi di bumi. Melalui KfW Bankengruppe sebagai donor yang bertujuan untuk menerapkan strategi-strategi bagi konversi hutan lestari, yang menghasilkan penurunan emisi gas dari sektor kehutanan sehingga dapat memperbaiki kesejahteraan kehidupan penduduk pedesaan sekitarnya.

Kepala Biro Perencanaan Kehutanan Indonesia, Hilman Nugroho, pada acara workshop kehutanan dan perubahan iklim beberapa waktu lalu mengatakan, penurunan emisi gas bumi sangat penting. “Banyak negara besar menaruh harapan perubahan iklim, agar bumi ini tetap sejuk,” ucap Hilman. Tingginya emisi gas bumi diakibatkan produktivitas kebanyakan negara maju. Sehingga gas emisi yang mereka keluarkan sangat banyak, sedangkan bagi negara berkembang, penurunan gas emisi masih bisa ditanggulangi secara cepat dan maksimal. Contohnya seperti Indonesia.

Terkait hal tersebut, Indonesia masih mempunyai banyak hutan lindung, terutama di daerah Kapuas Hulu. Fungsi hutan sangatlah penting, apalagi bagi Indonesia khususnya bagi daerah Kapuas Hulu. “Hutan lindung di Kapuas Hulu sangat luas, ini merupakan potensi besar bagi Indonesia, karena daerah Kapuas Hulu memengaruhi perubahan iklim terhadap daerah lain,” ujarnya.

Lanjut dia, fungsi hutan lindung bagi alam ini, sebagai penyerap karbondioksida (CO2). “Hutan ini merupakan filter dari pemanasan global yang terjadi pada bumi,” kata Hilman.

Disampaikan Hilman Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya di acara internasional menyampaikan, bahwa Indonesia akan berkomitmen untuk menurunkan emisi panas bumi ini 26 sampai 41 persen. Dari pernyataan tersebut banyak negara-negara maju mendukungnya dengan menjadi donor program bagi Indonesia.

“Negara pendukung tersebut berkomitmen kuat menginginkan perubahan turunnya emisi gas bumi yang mengancam terhadap perubahan iklim dunia,” jelasnya.

Terkait dengan itu, Kapuas Hulu menjadi tempat untuk program yang dinamakan REDD (mendukung pengurangan emisi gas bumi dari deforestasi dan degradasi hutan). “Dengan beberapa cara di antaranya, penanaman kembali hutan yang telah gundul, menanam kembali pohon yang sudah ditebang,” ungkapnya.

Program ini terbentuk dari salah satu 3 asas perbantuan yang jatuh pada Kapuas Hulu. “Dari program ini ditargetkan mampu menurunkan emisi gas bumi sebesar 300 ribu sampai 400 ribu ton per tahun. Kalau tidak, maka program ini bisa dinyatakan gagal,” paparnya.

Mengenai pelaksanaannya, dia juga menyatakan kalau program ini sudah tertunda selama 2 tahun,” lanjutnya.

Dia meminta kepada semua stakeholder untuk mendukung sepenuhnya, serta kepada masyarakat agar bisa membantu program ini, karena program ini juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah atau pinggiran hutan.

Dia menyatakan program ini mempunyai dua sisi. Selain hutan untuk menurunkan emisi gas bumi, kesejahteraan masyarakat juga menjadi bagian untuk diperhatikan, agar bisa lebih meningkat. “Masyarakat yang ada di wilayah hutan juga akan bina, agar tidak merusak atau menebang hutan sembarangan. Sebaliknya, mereka bisa menjaga kelestarian hutan untuk menurunkan emisi bumi sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan hidup mereka,” harapnya.

Kepada peserta workshop dia mengucapkan selamat mengikuti. “Mari kita berantas emisi bumi untuk masa depan kita bersama,” ajaknya. (lil)

Link : http://www.equator-news.com/radar-timur/kapuas-hulu/20110906/komitmen-turunkan-emisi-di-bumi-uncak-kapuas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s