Anggota DPR: Audit Perjanjian Oslo

Sumber : Gatra- 13 September 2011

Anggota komisi IV DPR Ma`mur Hasanuddin menuntut dilakukannya audit penggunaan dana Kompensasi hasil perjanjian Oslo, karena antisipasi kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah titik di negeri ini terlihat sangat kurang memadai.

Menurut Ma`mur di Jakarta, Selasa (13/9), saat ini yang ada hanya seruan-seruan dari Menteri Kehutanan untuk tidak membakar hutan tanpa implementasi tindakan nyata persiapan infrastruktur fisik maupun sosial pada pencegahan kebakaran hutan.

Sebelumnya pada bulan Agustus 2010, Presiden RI melakukan penandatanganan perjanjian dengan negara-negara maju di Norwegia bertepatan dengan suasana perayaan kemerdekaan RI ke 65 dan dikenal dengan perjanjian Oslo. Perjanjian ini mengharuskan Indonesia mengurangi emisi karbon dengan iming-iming 1 milyar dolar AS atau sekitar Rp9 triliun.

Setelah lewat setahun perjanjian itu di tanda-tangani, Ma`mur mempertanyakan penggunaan dana 1 milyar dolar AS tersebut. Padahal, katanya, jika dana tersebut dialokasikan untuk antisipasi penanganan kebakaran hutan, tentu kejadian kebakaran yang meluas dan dalam waktu yang panjang dapat segera tertangani.

“Karenanya ini perlu audit. Atau jangan-jangan belum ada kompensasi yang digulirkan,” ujar Politisi PKS ini.

Menurut dia, penanganan kebakaran hutan infrastrukturnya masih belum memadai, terlihat peralatan yang digunakan untuk menangani kebakaran hutan masih dengan alat konvensional atau bahkan menunggu kebaran padam sendiri. “Ini menunjukkan pemerintah seolah-olah kurang dana dalam alokasi antisipasi penanganan kebakaran hutan,” tukasnya.

Selain masalah kebakaran hutan, masyarakat di sekitar hutan yang mestinya dapat merasakan dari kompensasi perjanjian itu dalam bentuk pendidikan, peningkatan skill, dan pemahaman terhadap keselamatan hutan serta pembangunan fisik belum terasa oleh mereka.

“Masyarakat sekitar seharusnya dapat menjadi pagar efektif dalam mencegah kebakaran hutan. Namun pemerintah belum memberikan pembinaan itu bagi masyarakat sekitar hutan,” kata anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II ini.

Pada Konverensi Internasional mengenai Restorasi Hutan yang dilaksanakan di Bogor (12/9), Ma`mur juga telah meminta pemerintah untuk mempertanyakan kembali perjanjian Oslo, mumpung Norwegia di undang pada acara tersebut.

Negara-negara maju harus komitmen untuk mengurangi emisi karbon. Jangan Indonesia di tekan untuk mengurang emisi karbon dan memproduksi oksigen, sedangkan mereka se-enaknya mengumbar emisi karbon. [TMA, Ant]

Link : http://www.gatra.com/nasional-cp/1-nasional/2640-anggota-dpr-audit-perjanjian-oslo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s