Pengusaha Harus Buktikan Pembangunan Hutan Industri

Sumber : Pikiran Rakyat – 13 September 2011

Pemerintah menawarkan cadangan kawasan hutan produksi seluas 35,41 juta hektare untuk usaha pemanfaatan hasil hutan kayu pada konferensi hutan Indonesia 27 September 2011 mendatang. Kesempatan itu harus dimanfaatkan para pengusaha sekaligus membuktikan pembangunan hutan industri tidak merusak lingkungan.

“Persoalan emisi dari hutan hanya akan selesai jika ada pengelolaan hutan lestari dan tata kelola hutan yang baik. Pembangunan hutan tanaman industri (HTI) pulp justru menjamin kelestarian hutan dan penghutanan kembali lahan yang gundul atau telantar,” kata Anggota Komisi IV DPR RI, Hb. Nabiel Almusawa, dalam pernyataannya ke “PRLM”, Selasa (13/9).

Tempo hari, selama setahun pasca Nota Kesepahaman Oslo yang ditandatangani 26 Mei 2010 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan PM Norwegia Jens Stoltenberg, para pengusaha kehutanan dengan gigih menolak diberlakukannya moratorium penebangan hutan alam dan lahan gambut. “Penolakan pengusaha beralasan hutan tanaman atau pun perkebunan yang dibangun justru memiliki potensi memperbaiki ekosistem yang telah rusak serta meningkatkan pengendalian emisi karbon. HTI yang ditanam dengan baik justru mampu menyerap karbon lima kali lipat lebih banyak dibandingkan hutan alam dan jauh lebih besar dibandingkan hutan alam yang rusak,” katanya.

Alasan lainnya, moratorium mengancam kepentingan pembangunan Indonesia. Saat ini kekuatan ekonomi Indonesia masih bertumpu pada industri berbasis sumberdaya alam. “Industri ini memegang peran penting dalam menciptakan lapangan kerja, mengentaskan kemiskinan, membuka wilayah terpencil, menghasilkan devisa dan meningkatkan ketahanan ekonomi Indonesia. Menghentikan sementara ekspansi kegiatan ekonomi berbasis sumberdaya alam justru akan mengakibatkan terhentinya penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan kemiskinan,” katanya.

Jika dilihat dari argumentasi yang dikemukakan, kata Nabiel, pembangunan industri hutan diantaranya juga untuk penurunan emisi dan kesejahteraan masyarakat. “Klaim pengusaha tersebut agak aneh kedengarannya karena fakta selama ini yang terjadi adalah sebaliknya, hutan semakin rusak dan kehidupan masyarakat disekitar hutan semakin sulit,” katanya.(A-71/A-147)***

Link : http://www.pikiran-rakyat.com/node/158331

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s