Kebakaran Gambut Naik, Target Emisi Turun 26 Persen Terancam

Sumber : Media Indonesia – 14 September

Anggota DPR RI Komisi IV dari F-PKS Rofi Munawar menilai kebakaran lahan khususnya lahan gambut tidak bisa dianggap sederhana. Jika tidak diwaspadai, kebakaran lahan atau hutan gambut akan menggagalkan target penurunan emisi karbon sebesar 26 persen pada 2020 seperti yang dijanjikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Saat ini kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan sejak seminggu belakangan.

Khusus di Sumatra, saat ini terdapat sekitar 200 titik api. Sekitar 70 persen titik api di antaranya berada di Sumatera Selatan.

“Setiap tahun hampir terjadi kebakaran hutan, bulan Juli sampai Oktober rawan kebakaran karena bertepatan dengan musim kemarau. Maka perlu ada terobosan yang lebih baik dalam menangani kebakaran, bukan mengulangi kelalaian tahun-tahun sebelumnya,” ujar Rofi, melalui rilis yang diterima, Rabu (14/9).

Menurut Rofi, selain mengganggu aktivitas masyarakat, kebakaran gambut juga memiliki risiko bahaya yang lebih tinggi, karena gambut menyimpan cadangan karbon.

Sehingga, apabila terjadi kebakaran, akan terjadi emisi gas karbondioksida dalam jumlah besar.

Sebagai gas rumah kaca, karbondioksida yang dihasilkan akan berdampak pada pemanasan global.

Legislator dari Jawa Timur ini mengingatkan, “Presiden harus mendorong pemerintah daerah dan memberikan perhatian serius kepada Kementerian Kehutanan dalam menanggulangi kebakaran gambut, karena dapat berkontribusi besar terhadap pemanasan global. Jika penanganan tidak serius, akan menjadi preseden tidak bagus di dunia internasional mengenai komitmen indonesia dalam kontribusi penurunan emisi karbon.”

Dengan sebaran lahan gambut total mencapai sekitar 18 juta ha, luas lahan gambut Indonesia menempati urutan ke-4 dari luas gambut dunia setelah Kanada, Rusia, dan Amerika Serikat.

Kalimantan Barat merupakan provinsi yang memiliki luas lahan gambut terbesar di Indonesia, yaitu seluas 4,61 juta ha, diikuti oleh Kalimantan Tengah, Riau, dan Kalimantan Selatan dengan luas masing-masing 2,16 juta hektar, 1,70 juta hektare, dan 1,48 juta hektar.Indonesia.

Pemerintah harus berusaha melakukan pencegahan yang cukup masif serta lintas sektoral dengan terlebih dahulu melakukan pemetaan prioritas zona penanganan kebakaran lahan gambut,

Selain itu Rofi menekankan ‘Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan juga harus diperkuat’. (RO/OL-10)

Link : http://www.mediaindonesia.com/read/2011/09/15/259499/89/14/Kebakaran-Gambut-Naik-Target-Emisi-Turun-26-Persen-Terancam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s