Dialog Interaktif Dewan Nasional

Sumber : Pontianak Post – 27 Oktober 2011

Guna mendukung rencana pemerintah dalam penurunan emisi gas rumah kaca nasional, Badan Lingkungan Hidup Kota Singkawang bekerja sama dengan Dewan Nasional Perubahan Iklim Indonesia mengadakan kegiatan dialog interaktif penurunan emisi gas rumah kaca yang diselenggaran di Hotel Dangau, Selasa (25/10). Hadir dalam kegiatan tersebut Komisi C DPRD Kota Singkawang, Plt Asisten Pembangunan dan Perekonomian Setda Kota Singkawang, Kepala Dinas Pendidikan Ahyadi, Kepala SKPD terkait, Kepala Bagian Administrasi SDA Setda Kota Singkawang, pejabat struktural di lingkungan Badan Lingkungan Hidup, Pengurus TP PKK Kota Singkawang, akademisi, dewan guru serta organisasi masyarakat dan undangan lainnya.

Kegiatan yang mengangkat tema “ Masa Depan Bumi Ada Dalam Genggamanmu” diisi dengan materi dari narasumber yang berisi tentang bagaimana kita menyelamatkan bumi dengan melaksanakan kegiatan penurunan emisi gas rumah kaca nasional. Anggota Dewan Nasional Perubahan Iklim Aris Pramudya menjelaskan, sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat rentan terhadap perubahan iklim yang menyebabkan bencana seperti banjir, longsor, kemarau panjang, angin kencang, dan gelombang tinggi. Dampak lainnya akibat dari perubahan iklim adalah terancamnya ketahanan pangan nasional, menurutnya hasil panen akibat perubahan iklim tersebut. Ancaman terhadap bencana iklim di Indonesia ini, kata dia, dapat terjadi secara langsung dirasakan oleh masyarakat petani, nelayan, pesisir, perdesaan, dan perkotaan. Aris mengatakan, dampak yang lebih luas tidak hanya merusak lingkungan akan tetapi juga membahayakan kesehatan manusia, keamanan pangan, kegiatan pembangunan ekonomi, pengelolaan sumberdaya alam dan infrastruktur fisik.

Menurut Aris, suhu bumi yang semakin memanas, pola curah hujan berubah drastis, dan cuaca ektrim melanda. “Artinya, kita sudah mengalami perubahan iklim, pemanasan global menaikkan temperature rata-rata muka bumi sehingga mengakibatkan iklim berubah. Perubahan iklim yang sedang terjadi perlu disikapi dengan memperdalam pemahaman tentang proses kejadiannya secara ilmiah, baik penyebab maupun dampaknya terhadap manusia dan lingkungan kita,” kata Aris. Kata dia, dengan pemahaman tersebut dapat direncanakan upaya penyesuaian (adaptasi) dan pencegahannya (mitigasi).

“Strategi yang sifatnya terintegrasi pada setiap sektor sangatlah diperlukan. Bukan hanya di tingkat pusat tetapi terutama di tingkat daerah, mengingat berbagai dampak maupun upaya akan terjadi di tingkat daerah,” ujar dia. Aris mengharapkan penanggulangan masalah perubahan iklim perlu dilaksanakan oleh berbagai pihak yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, masyarakat madani, dunia pendidikan, masing-masing individu maupun pemangku kepentingan lainnya. Aris menyebutkan, perubahan iklim menjadi ancaman serius bagi dunia termasuk Indonesia. “Perubahan iklim merupakan suatu fakta yang langsung dirasakan dampaknya oleh kelangsungan hidup manusia,” ujar dia.(zrf)

Link : http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=99453

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s