Anak Muda Indonesia Jadi Bintang di Durban

Sumber : Tribun Timur – 07 Desember 2011
Penulis : Mansur AM
Editor : Ridwan Putra

KEHADIRAN Children and Youth Delegation Indonesia yang berpakaian adat menarik perhatian para peserta COP 17 Durban, Afrika Selatan, 28 November – 9 Desember ini.

Conference of the Parties Ke 17 (COP 17) kali ini merupakan agenda besar tahunan Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) yang membahas perubahan iklim dan diharapkan dapat membentuk protokol yang mengikat negara untuk terus menurunkan emisi.

Banyak negosiasi panjang dilakukan untuk membicarakan nasib Protokol Kyoto akan dipertahankan di tahun 2012. Pertanyaan besarnya adalah seberapa peduli negara-negara pendukung protokol dengan naiknya suhu dunia 20C akibat gas rumah kaca.

Meskipun kepada masyarakat awam kenaikan suhu ini tidak seberapa penting, namun sudah tampak sekali perubahan iklim dan bencana yang datang walau hanya dengan kenaikan kecil tersebut. Rombongan kami dikoordinir oleh Dewan Nasional Perubahan Iklim dan The Climate Reality Project.
Dalam COP 17 ini, Delegasi Pemuda Indonesia menggunakan badge pink karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selalu berkomitmen dan ikut serta dengan keputusan di setiap protokol yang telah disepakati bersama.
Di sinilah Youth Delegation Indonesia untuk ikut serta COP 17 dengan menggunakan badge pink yang merupakan sebuah badge prestisius di mana orang-orang yang memakai ini bisa masuk ke ruang sidang tempat para negosiator dari negara duduk dan di ruang manapun yang tidak semua orang bisa masuk di dalamnya.
Youth Delegate beruntung ikut mewakili Indonesia ada 13 pemuda, yaitu Adelin Abas (Gorontalo), Adeline Suwana (JKT), Atika Putri (Bandung), Bonni Perdana Chaniago (Jambi), Dina Danomira (Papua), Ferry Arida Setyawan (Jateng), Hadi Al Rasyid (Cipete), Maya Susanti (Sumsel), Mirantha Kristanty (Kalteng), Muhammad Nur Pratama (Jabar), Nada Zharfania Zuhaira (Bandung), Nadia Syifa (Jakarta Timur), dan Nugroho Wiratama (Jatim).

Berbagai aktivitas yang telah dilaksanakan oleh Youth Delegation Indonesia, antaranya Children and Youth Session on Climate Change dengan agenda movie screaning dan Penampilan budaya dan lagu daerah.

Pemutaran film “Bumiku” yang diperankan oleh salah satu Youth Delegation Indonesia yaitu Nada Zharfania Zuhaira menceritakan dalam bahasa anak-anak yang lugu dalam pentingnya menjaga lingkungan di sebuah desa yang sudah mulai tampak meninggalkan gaya hidup kesederhanaannya.

Bersama lawan mainnya di film tersebut Adam Ghifari putra penyanyi dangdut Rhoma Irama yang pandai dalam mendalang berkeloborasi memberikan pesan kepada masyarakat tentang menjaga lingkungan dalam bentuk lukisan wayang.

Setelah pemutaran film, seluruh youth delegation Indonesia dengan baju daerahnya masing-masing mulai membuat heboh arena hall Inkosi Albert Luthuli International Convention Centre (ICC) Durban dan menarik perhatian banyak orang disana sampai di wawancara khusus oleh UNICEF, UNFCCC Studio dan TV India.

Semua mata tertuju dengan keanekaragaman budaya Indonesia, seperti membawa negara Indonesia dalam satu gedung ICC.

Adapula satu sesi yang wajib di ikuti oleh para youth delegate Indonesia, yaitu YOUNGO (Youth NGO) sebuah perkumpulan Youth Delegation dari semua negara bertemu membahas pandangan tentang pelaksanaan COP 17 dan sharing mengenai agenda terkait kampanye perubahan iklim di setiap negara. Sesi ini juga menjadi wadah aspirasi Youth Delegation untuk keberhasilan COP17 memberikan masukan terkait kebijakan lahirnya keberlanjutan dari protokol kyoto.

Dalam acara Welcome to Indonesia Pavilion dengan agenda Launching Buku “Rachmat Witoelar on Climate Change” oleh bapak Rachmat Witoelar di Paviliun Indonesia. Para Youth Delegation Indonesia juga menampilkan Tari Merak yang dibawakan oleh Nadia Syifa dan Nada Zharfania Zuhaira serta nyayian lagu Yamko Rambe Yamko.

Namun di sesi lainnya ada sebuah rasa haru ketika lagu “Indonesia Pusaka” menjadi backsound saat para youth delegate dengan baju adatnya masing-masing berjalan menuju pavilion Indonesia sambil membawa buku karangan staf khusus Presiden untuk Perubahan Iklim tersebut. Bapak Rachmat Witoelar juga memberikan pesan agar para pemuda ini yang nantinya akan melanjutkan perjuangan para negosiator hari ini, melakukan sebuah aksi nyata untuk perubahan iklim, bukan hanya aksi dan demo saja, namun lebih konkret, pernyataan ini sesuai dengan pesan dari buku kedua yang di launching yaitu “Soul views on Climate Change” berisi karya foto anak-anak muda SMA di Indonesia terkait lingkungan.

Selain itu Children and Youth Delegation Indonesia berkesempatan berfoto dengan Ibu Sri Mulyani, Direktur Manager Bank Dunia. Dan juga bercakap-cakap tentang kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Children and Youth Delegation Indonesia selama di Durban. “I’m so proud with you”, kata bu Sri Mulyani kepada Child and Youth Delegation.

Dengan pakaian adat daerah masing-masing dari Youth Delegation membuat Paviliun Indonesia menjadi pusat perhatian banyak media cetak maupun elektronik dari berbagai negara.

Membawa Indonesia ke benua Afrika dan membawa misi untuk perubahan lingkungan global dalam COP 17 Durban. “Sebuah kebanggaan yang luar biasa walau begitu lelah namun Alhamdulillah semua berjalan lancar”, ujar salah seorang Youth Delegation dari Indonesia. Perasaan bangga dan senang menjadi Children and Youth Delegation Indonesia menghilangkan rasa lelah bagi setiap Youth Delegation Indonesia.(*)

Link : http://makassar.tribunnews.com/2011/12/07/anak-anak-indonesia-jadi-bintang-di-durban

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s