Taman Nasional Sebangau Diharapkan Bisa Jadi Kawasan REDD

Sumber : Media Indonesia – 17 Desember 2011
Oleh Thalita

Taman Nasional (TN) Sebangau ini sudah mengurus REDD sejak Maret 2011 lalu.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Balai TN Sebangau, Hariyadi, disela-sela acara REDD-Plus Retreat yang diadakan Pusat Kerjasama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat kemarin (16/12).

“Taman Nasional ini sudah mengurus REDD dari Maret 2011 lalu. Sekarang, sudah berada di Pusat,” kata Hariyadi.

Ia mengatakan, TN Sebangau mempunyai peranan penting terhadap lahan gambut. Karena secara geologi, lahan gambut adalah tempat bermukimnya batu bara muda.

Artinya, gambut merupakan awal mula batu bara dibentuk. Jadi, ketika musim kemarau menyengat, gambut akan mudah sekali terbakar. Apalagi jika lahan gambut tersebut kering, tak terendam air. Kondisi ini sangat mudah menimbulkan kebakaran. Kebakaran yang terjadi pada lahan gambut inilah kontributor terbesar bagi emisi karbon Indonesia.

“Kebakaran memang sering terjadi. Oleh karena itu, kita juga melakukan komunikasi dengan DAOP (Daerah Operasi) Palangkaraya dan Masyarakat,” papar Hariyadi.

Ia memaparkan, cara mencegah kebakaran pada lahan gambut adalah dengan menjaga lahan tersebut tidak kering kerontang. Terutama, kubah gambutnya, jangan sampai kering kerontang. Eksistensi lahan gambut memang terbilang unik. Di musim kering, gambut berfungsi seperti spons yang menyerap air. Dengan demikian, gambut akan mampu mempertahankan persediaan airnya.

Menurut data dari Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) tahun 2010, 41% dari emisi karbon Indonesia saat ini berasal dari oksidasi lahan gambut. Oleh karena itu, pengelola TN Sebangau melakukan beberapa cara agar lahan gambut mampu mempertahankan persediaan airnya. Hariyadi menjelaskan, pertama, dengan cara membuat DAM (Bendungan). “Sekarang sudah ada 428 DAM di TN Sebangau ini,” jelasnya.

Ia melanjutkan, kedua, memasang tabat (canal blocking) di beberapa kanal. “Sudah ada lima canal blocking di TN ini sekarang,” ungkapnya. Ketiga, melakukan reboisasi. Reboisasi merupakan salah satu usaha dalam memulihkan ekosistem. “Melakukan penanaman di daerah-daerah yang harus ditanam. Agar tidak terjadi kebakaran lagi,” ujar Hariyadi.(*/X-12)

Link : http://www.mediaindonesia.com/read/2011/12/17/284863/89/14/Taman-Nasional-Sebangau-Diharapkan-Bisa-Jadi-Kawasan-REDD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s