Tiga Kabupaten Kerjasama USAID IFACS

Sumber : Pontianak Post – 26 Januari 2012

Tiga kabupaten di Kalimantan Barat, Ketapang, Kayong Utara, dan Melawi bekerjasama dalam Program Dukungan USAID untuk Hutan dan Perubahan Iklim Indonesia (USAID IFACS). Program tersebut fokus pada pengelolaan hutan berkelanjutan, perubahan iklim, dan pengembangan strategi pembangunan rendah emisi.

“Kami punya MoU dengan tiga kabupaten, disamping sebelumnya dengan pemerintah Kalbar. Saat ini sudah masuk pada tahap penggodokan program, dan semuanya tergantung dari agresivitas pemerintah kabupaten,” ujar Governance Specialist West Kalimantan USAID-IFACS Kristianus Atok, disela-sela kegiatan Pembelajaran Bersama; Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan di Hotel Aston, Rabu (25/1).

Atok menjelaskan mereka bergerak pada program keselamatan rakyat. Ia mencontohkan saat isu perubahan iklim saat ini, yang terpenting adalah keselamatan rakyat. Rakyat harus tetap memiliki penghasilan alternatif dalam bidang ekonomi. Masyarakat juga harus memiliki program untuk memiliki penghasilan lain tanpa harus merusak hutan. “Semuanya perlu dukungan dari berbagai pihak, termasuk akademisi. Tetapi dukungan akademisi dalam riset kajian lingkungan hidup masih rendah,” katanya.

Dalam pemerintahan, USAID IFACS juga berusaha terlibat dalam musrenbangda untuk melihat program yang cocok dilaksanakan. Tetapi dari kabupaten yang ada, yang konsisten adalah Melawi. “Kami tidak memberikan dana tunai, tetapi dana program. Tiga kabupaten yang dipilih tersebut bukan berdasarkan administrasi, tetapi melihat lanskapnya. Semuanya satu hamparan,” jelas Atok.

Menurut Atok, USAID IFACS memiliki program empat tahun yang dirancang untuk mengurangi tingkat deforestasi dan gas rumah kaca. Totalnya ada pada delapan lanskap sasaran, meliputi 10 juta hektar pada tiga pulau di Indonesia yakni Sumatera, Kalimantan dan Papua. Lanskap tersebut adalah Aceh (Aceh Selatan, Aceh Tenggara dan Gayo Lues), Kalimantan Tengah (Katingan dan Pulang Pisau), dan Kalimantan Barat (Ketapang, kayong Utara dan Melawi). Program juga dilaksanakan di Papua Utara (Sarmi dan Mamberamo), dan Papua Selatan (Mimika dan Asmat).

“Program ini membantu Pemerintah Indonesia, masyarakat, dan mitra sector swasta untuk mendukung pembangunan ekonomi dan meningkatkan ketahanan pangan, mempertahankan lanskap hutan konservasi dan satwa liar, dengan mempertahankan jasa layanan ekosistem dengan melindungi kualitas air, mengurangi erosi tanah, dan meningkatkan penyerapan karbon,” ungkap Atok. (uni)

Link : http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=105742

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s